Opened
By The Kingdom Tribe (TKT).
Built by Paruto.
v1.41.7
Skip to content
Opened
Today
Ask
Read
Journey
More
Mark
Mark
4
IND
BSB
A
a
Mark 4
4
Mark
Ministry in Galilee
Indonesian Bible (TSI)
Indonesian Bible (TSI)
Berean Standard Bible
1
IND
Waktu Yesus mengajar lagi di tepi danau Galilea, banyak sekali orang berkumpul mengelilingi Dia. Karena itu Dia naik ke atas perahu yang sedang berlabuh dan duduk di situ, sedangkan orang banyak tetap berdiri di pinggir danau.
BSB
BSB:
Once again Jesus began to teach beside the sea, and such a large crowd gathered around Him that He got into a boat and sat in it, while all the people crowded along the shore.
2
IND
Lalu Yesus mengajar banyak hal kepada mereka dengan berbagai perumpamaan, seperti yang berikut ini:
BSB
BSB:
And He taught them many things in parables, and in His teaching He said,
3
IND
“Dengarkanlah baik-baik! Pada suatu hari, seorang petani pergi menabur benih di ladang.
BSB
BSB:
“Listen! A farmer went out to sow his seed.
4
IND
Waktu dia sedang menabur, sebagian benih jatuh di jalan. Lalu burung-burung datang dan memakannya sampai habis.
BSB
BSB:
And as he was sowing, some seed fell along the path, and the birds came and devoured it.
5
IND
Ada juga yang jatuh di tanah berbatu-batu. Lalu tunas benih itu cepat keluar, karena lapisan tanahnya tipis.
BSB
BSB:
Some fell on rocky ground, where it did not have much soil. It sprang up quickly because the soil was shallow.
6
IND
Tetapi waktu sinar matahari menjadi panas, tunas-tunas itu pun layu dan kering karena akarnya tidak bisa masuk ke dalam tanah.
BSB
BSB:
But when the sun rose, the seedlings were scorched, and they withered because they had no root.
7
IND
Ada juga benih yang jatuh di antara rumput berduri. Kemudian rumput itu tumbuh semakin besar dan menghimpit tunas-tunas benih itu sehingga tidak bisa bertumbuh dan berbuah.
BSB
BSB:
Other seed fell among thorns, which grew up and choked the seedlings, and they yielded no crop.
8
IND
Tetapi yang sebagian lagi jatuh di tanah subur. Benih itu bertunas, tumbuh besar, dan memberi banyak hasil. Ada yang berbuah tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh, bahkan ada yang seratus kali lipat.”
BSB
BSB:
Still other seed fell on good soil, where it sprouted, grew up, and produced a crop—one bearing thirtyfold, another sixtyfold, and another a hundredfold.”
9
IND
Lalu Yesus berkata, “Jangan sampai ajaran-Ku tadi masuk telinga kanan keluar telinga kiri! Renungkanlah itu.”
BSB
BSB:
Then Jesus said,
“He who has ears to hear, let him hear.”
10
IND
Waktu Yesus sedang sendirian, kedua belas murid-Nya dan beberapa orang lain yang mendengar perumpamaan itu datang kepada-Nya dan berkata, “Guru, kami belum mengerti arti perumpamaan tadi.”
BSB
BSB:
As soon as Jesus was alone with the Twelve and those around Him, they asked Him about the parable.
11
IND
Lalu Dia berkata kepada mereka, “Dulu manusia tidak diizinkan untuk mengerti ajaran-ajaran tentang kerajaan Allah. Sekarang kalian sudah diberi izin untuk mengerti hal-hal yang rahasia itu. Tetapi untuk mereka yang lain, Aku selalu mengajarkannya dengan perumpamaan
BSB
BSB:
He replied,
“The mystery of the kingdom of God has been given to you, but to those on the outside everything is expressed in parables,
12
IND
supaya terjadilah sesuai perkataan Allah yang ditulis oleh nabi, yaitu, ‘Biarpun mereka terus-menerus mendengar pesan TUHAN, mereka tidak akan mengerti. Dan biarpun terus menyaksikan berbagai perbuatan TUHAN, mereka tidak akan memahami maknanya. Biar saja mereka tidak bertobat dan tidak kembali kepada-Ku, supaya Aku tidak perlu mengampuni dosa-dosa mereka!’”
BSB
BSB:
so that, ‘they may be ever seeing but never perceiving, and ever hearing but never understanding; otherwise they might turn and be forgiven.’”
13
IND
Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Aduh, kalau perumpamaan yang itu saja kalian belum mengerti, bagaimana mungkin kalian bisa memahami perumpamaan-Ku yang lainnya!”
BSB
BSB:
Then Jesus said to them,
“Do you not understand this parable? Then how will you understand any of the parables?
14
IND
Kemudian Yesus menjelaskan artinya, “Petani yang menabur benih itu menggambarkan orang yang menyebarkan ajaran TUHAN.
BSB
BSB:
The farmer sows the word.
15
IND
Yang pertama, tentang benih yang jatuh di jalan. Jalan menggambarkan orang-orang yang baru mendengar ajaran dari TUHAN, tetapi Satanas dengan cepat datang dan mencuri ajaran itu dari hati mereka.
BSB
BSB:
Some are like the seeds along the path, where the word is sown. As soon as they hear it, Satan comes and takes away the word that was sown in them.
16
IND
Kedua, tentang benih yang jatuh di tanah berbatu-batu. Tanah berbatu-batu menggambarkan orang-orang yang mendengarkan ajaran TUHAN dan langsung menerimanya dengan senang hati.
BSB
BSB:
Some are like the seeds sown on rocky ground. They hear the word and at once receive it with joy.
17
IND
Tetapi ajaran itu tidak berakar dalam hati mereka sehingga tidak bertahan lama. Waktu mereka mengalami kesusahan atau dianiaya karena mengikuti ajaran itu, mereka akan segera meninggalkan TUHAN.
BSB
BSB:
But they themselves have no root, and they remain for only a season. When trouble or persecution comes because of the word, they quickly fall away.
18
IND
Ketiga, tentang benih yang jatuh di antara rumput berduri. Rumput berduri menggambarkan orang-orang yang sudah mendengarkan ajaran TUHAN,
BSB
BSB:
Others are like the seeds sown among the thorns. They hear the word,
19
IND
tetapi mereka kuatir tentang persoalan hidup sehari-hari di dunia ini. Mereka lebih mengutamakan kekayaan dan menyibukkan diri dengan mengejar hal-hal duniawi. Semua keinginan itu seperti rumput berduri yang menghimpit ajaran TUHAN sehingga tidak menghasilkan apa pun dalam hidup mereka.
BSB
BSB:
but the worries of this life, the deceitfulness of wealth, and the desire for other things come in and choke the word, and it becomes unfruitful.
20
IND
Sedangkan yang keempat, tentang benih yang jatuh di tanah yang subur. Tanah subur menggambarkan orang-orang yang mendengarkan ajaran dari TUHAN dan menerimanya dengan sepenuh hati. Karena itu, mereka memberikan banyak hasil, seperti benih yang menghasilkan tiga puluh, atau enam puluh, ataupun seratus kali lipat.”
BSB
BSB:
Still others are like the seeds sown on good soil. They hear the word, receive it, and produce a crop—thirtyfold, sixtyfold, or a hundredfold.”
21
IND
Yesus berkata lagi kepada mereka, “Orang tidak mungkin menyalakan pelita lalu menaruhnya di bawah tempayan atau di kolong tempat tidur. Pelita selalu ditaruh di tempat yang tinggi supaya bisa menerangi seisi rumah.
BSB
BSB:
Jesus also said to them,
“Does anyone bring in a lamp to put it under a basket or under a bed? Doesn’t he set it on a stand?
22
IND
Begitu juga semua ajaran yang Aku sampaikan dengan perumpamaan kepada orang banyak: Sekarang artinya dirahasiakan, tetapi nanti semuanya akan terbuka. Yang sekarang tidak jelas, nanti akan menjadi jelas.”
BSB
BSB:
For there is nothing hidden that will not be disclosed, and nothing concealed that will not be brought to light.
23
IND
Lalu Yesus mengingatkan mereka, “Jangan sampai ajaran-Ku tadi masuk telinga kanan keluar telinga kiri! Renungkanlah itu.”
BSB
BSB:
If anyone has ears to hear, let him hear.”
24
IND
Kata Yesus lagi, “Renungkanlah agar kamu mengerti semua ajaran-Ku. Karena sebagaimana kamu berusaha mengerti ajaran-Ku, demikianlah Allah juga akan menambahkan kemampuan kepadamu untuk memahaminya. Bahkan Dia akan menambahkan lebih banyak hikmat lagi.
BSB
BSB:
He went on to say,
“Pay attention to what you hear. With the measure you use, it will be measured to you, and even more will be added to you.
25
IND
Jadi, bagi orang yang merenungkan dan sudah memahami ajaran-Ku, Allah akan menambahkan kepadanya kemampuan untuk mengerti lebih banyak lagi. Tetapi bagi orang yang tidak berusaha mengingat dan mengerti ajaran-Ku, Allah akan mengambil kemampuan untuk mengerti itu darinya.”
BSB
BSB:
For whoever has will be given more. But whoever does not have, even what he has will be taken away from him.”
26
IND
Selanjutnya Yesus memberikan perumpamaan yang lain kepada mereka. “Kerajaan Allah bisa digambarkan seperti seorang petani yang menabur benih gandum di ladangnya.
BSB
BSB:
Jesus also said,
“The kingdom of God is like a man who scatters seed on the ground.
27
IND
Sesudah menabur, dia pergi lalu hidup seperti biasa. Malam hari dia tidur, dan siang hari dia beraktivitas tanpa memikirkan benih itu. Dengan sendirinya benih itu bertunas dan terus bertumbuh, meskipun dia tidak mengerti bagaimana caranya.
BSB
BSB:
Night and day he sleeps and wakes, and the seed sprouts and grows, though he knows not how.
28
IND
Tanpa bantuan dari petani itu, benih gandum yang sudah ditabur di tanah akan tumbuh dengan sendirinya dan memberikan hasil. Pertama muncul tunas, lalu menjadi tangkai yang kecil seperti rumput. Kemudian tangkai itu menjadi besar, mengeluarkan bulir-bulir gandum, dan akhirnya penuh dengan biji.
BSB
BSB:
All by itself the earth produces a crop—first the stalk, then the head, then grain that ripens within.
29
IND
Ketika biji-bijinya masak, barulah petani itu datang dan segera menyabit gandumnya, sebab musim panen sudah tiba.”
BSB
BSB:
And as soon as the grain is ripe, he swings the sickle, because the harvest has come.”
30
IND
Kata Yesus lagi, “Supaya lebih jelas, Aku menambahkan perumpamaan lagi untuk menunjukkan gambaran tentang kerajaan Allah.
BSB
BSB:
Then He asked,
“To what can we compare the kingdom of God? With what parable shall we present it?
31
IND
Kerajaan Allah ibarat biji sawi. Biarpun biji itu paling kecil di dunia,
BSB
BSB:
It is like a mustard seed, which is the smallest of all seeds sown upon the earth.
32
IND
tetapi waktu ditanam, biji itu akan menjadi tumbuhan yang paling besar di kebun. Tumbuhan itu akan mengeluarkan cabang-cabang yang besar sehingga burung-burung bisa berlindung di situ.”
BSB
BSB:
But after it is planted, it grows to be the largest of all garden plants and puts forth great branches, so that the birds of the air nest in its shade.”
33
IND
Yesus memakai banyak perumpamaan seperti itu untuk mengajar mereka, karena dengan cara itu mereka bisa mengerti.
BSB
BSB:
With many such parables Jesus spoke the word to them, to the extent that they could understand.
34
IND
Dia selalu memakai perumpamaan untuk mengajar orang banyak. Tetapi waktu Yesus hanya bersama dengan murid-murid-Nya, Dia menjelaskan arti setiap perumpamaan itu.
BSB
BSB:
He did not tell them anything without using a parable. But privately He explained everything to His own disciples.
35
IND
Hari itu, ketika sudah mulai malam, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Mari kita pergi ke seberang danau.”
BSB
BSB:
When that evening came, He said to His disciples,
“Let us cross to the other side.”
36
IND
Mereka pun berangkat meninggalkan orang banyak dengan perahu yang tadi dipakai Yesus untuk mengajar. Beberapa perahu kecil lain juga mengikuti mereka.
BSB
BSB:
After they had dismissed the crowd, they took Jesus with them, since He was already in the boat. And there were other boats with Him.
37
IND
Tiba-tiba angin kencang dan ombak besar datang menghantam perahu itu sehingga oleng dan air masuk ke perahu sampai hampir penuh.
BSB
BSB:
Soon a violent windstorm came up, and the waves were breaking over the boat, so that it was being swamped.
38
IND
Tetapi Yesus sedang tidur di bagian belakang perahu dengan kepala di atas bantal. Lalu murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata, “Guru, engkau tidak peduli kalau kita mati tenggelam?!”
BSB
BSB:
But Jesus was in the stern, sleeping on the cushion. So they woke Him and said, “Teacher, don’t You care that we are perishing?”
39
IND
Lalu Yesus bangun dan memerintahkan angin dan danau itu, “Berhenti! Diamlah!” Saat itu juga angin kencang berhenti dan danau pun menjadi tenang sekali.
BSB
BSB:
Then Jesus got up and rebuked the wind and the sea.
“Silence!”
He commanded.
“Be still!”
And the wind died down, and it was perfectly calm.
40
IND
Kemudian Dia berkata kepada mereka, “Kenapa kalian begitu takut?! Sekarang jelas bahwa kalian belum percaya kepada-Ku!”
BSB
BSB:
“Why are you so afraid?”
He asked.
“Do you still have no faith?”
41
IND
Melihat kejadian itu, mereka menjadi sangat heran dan takut, lalu berkata satu sama lain, “Wah, orang macam apa dia ini?! Bahkan angin dan danau pun taat kepadanya.”
BSB
BSB:
Overwhelmed with fear, they asked one another, “Who is this, that even the wind and the sea obey Him?”
Chapter complete
You’ve read Mark 4
Chapter 4 of 16 in Mark
Up next
Mark 5
Read Mark 5
Listen
Back to Mark 3
Go deeper
Commentary
What the commentators say on Mark 4
Ask Study Help
Ask anything about Mark 4
IND
Indonesian Bible (TSI). Copyright © 2021 oleh Yayasan Alkitab BahasaKita (Albata) dan Pioneer Bible Translators International. Licensed under CC BY-SA 4.0 (creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0). Text from eBible.org; verses renumbered to the KJV scheme where they differ, otherwise unchanged.
BSB
The Holy Bible, Berean Standard Bible, BSB. Dedicated to the public domain. BereanBible.com
Mark 3
Mark 4
Mark 5